"Telah lahir seorang Raja, DIA datang bagi manusia. Yesus, DIA-lah Sang Raja Damai, Raja Cinta, Sang Penyelamat. S'lamat Datang Yesus-ku".

Sejak masa Perjanjian Lama, dikatakan bahwa orang-orang Yahudi menanti-nantikan kedatangan seorang Mesias, yang akan menyelamatkan mereka. Ketika Yesus muncul dalam Perjanjian Baru, mereka mengharapkan Yesus datang untuk menyelamatkan mereka dari penindasan kekuasaan Romawi. Yesus memang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia yang amat dikasihi-Nya, namun bukan hanya seperti yang diharapkan oleh orang Yahudi yaitu sekedar menyelamatkan dan membebaskan secara manusiawi dari penjajahan bangsa asing, tetapi lebih dari itu semua, Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa, dari ikatan-ikatan kuasa kegelapan dan kuasa maut. Yesus datang untuk membawakan suatu kehidupan baru yang mengarah kepada kehidupan kekal itu, yaitu kehidupan persatuan dengan Allah sendiri.

Yesus mendapat banyak gelar yang seringkali digunakan untuk menyebut pribadi-Nya, misalnya Yesus Sang Anak Domba, Yesus Gembala yang baik, Yesus Sahabat kita, Yesus Sang Raja dan lain-lain. Satu gelar Yesus yang paling berharga dan utama adalah gelar Yesus sebagai Sang Penyelamat .

Dalam Perjanjian Lama, penyelamat (= soter) tertuju kepada tokoh-tokoh tertentu, misalnya Otniel dan Ehud yang disebut dengan sebutan ‘penyelamat’  (lih. Hak 3 : 9.15) Pada zaman nabi Nehemia umat mengenang dan mengingat bahwa Allah telah berjanji kepada umat-Nya untuk mengirim seorang penyelamat yang akan membebaskan mereka dari kejahatan (Neh 9:27). Tokoh-tokoh dalam kitab suci yang disebut sebagai penyelamat itu tidak ada bandingnya dengan Sang Penyelamat yang muncul kemudian. Anak Allah yang menjadi Penyelamat Utama bagi seluruh umat, bukan hanya untuk umat Israel, tetapi semua umat manusia.

Kata ‘keselamatan’ atau disebut juga dengan ‘soteria’ kerap dihubungkan dengan ketenteraman, kesejahteraan, damai dan kemakmuran.  Soteria dapat juga berarti pembebasan dari situasi yang menyedihkan. Contohnya ketika Hana mendapatkan anak maka ia bebas dari kemandulan dan ia berbahagia karena keselamatan itu. (1Sam 2:1) . Soteria bisa juga mengandung makna pertolongan dalam situasi bahaya dan penuh ancaman, juga bisa berarti pembebasan dan sekaligus kemenangan, seperti ketika Eleazar memukul mundur bangsa Filistin (lih. 1 Taw 11:14), juga ketika Allah memberikan keselamatan/soteria kepada bangsa Israel pada saat mereka dikejar oleh tentara Firaun dengan membelah Laut Merah sehingga orang Israel dapat melewatinya dengan selamat. (Kel 14:13; 15:2) .

Lebih luas lagi, keselamatan ini dihubungkan dengan pengalaman dosa. Keselamatan adalah pelepasan dari kuasa dosa yang membelenggu manusia. Keselamatan ini kemudian dihubungkan dengan pandangan tentang akhir zaman atau eskatologis, itu berarti kebebasan dari ancaman kesengsaraan abadi. Dalam Perjanjian Baru dengan jelas Yesus disebut dan diakui sebagai Sang Penyelamat karena Ia membebaskan umat dari dosa (Mat 1:21) dan mendekatkan kembali manusia dengan Allah Bapa (Ibr 7:25). Akan tetapi gelar Penyelamat memang sangat jarang kita temukan dalam Perjanjian Baru , hanya sesekali saja kita dapat melihat secara tertulis yang mengatakan bahwa Yesus adalah Penyelamat. Memang dari segi kuantitas tidak banyak kita temukan dalam kitab suci sebutan Penyelamat pada diri Yesus. Namun sebutan itu kemudian berkembang dalam Gereja, ketika kenangan akan Yesus dan segala yang dilakukan-Nya itu menimbulkan keyakinan dan iman dalam Gereja bahwa Yesus adalah penyelamat dunia.

Keselamatan bagi orang Kristen ini sangat berhubungan erat juga dengan hidup dan perjuangan Yesus itu sendiri. Hidup dan perjuangan Yesus adalah untuk mendamaikan hubungan manusia yang telah retak dengan Allah. Yesus menjadi jembatan atau perantara kita sebagai manusia berdosa dengan Allah, karena akibat dosa hubungan kita dengan Allah terputus. Yesuslah yang memulihkan hubungan yang terputus itu (lih. Rm 5:10). Karena perjuangan Yesus, kita boleh menikmati pendamaian dengan Allah. Dengan keselamatan yang diberikan oleh Yesus maka kita diampuni dari segala dosa dan kelemahan. Kita diberi suatu rahmat kekuatan baru untuk berjuang bagi masa yang akan datang. Keselamatan yang kita peroleh saat ini adalah suatu bekal untuk hidup yang akan datang, hidup dalam kemuliaan bersama Bapa dan Putera. Jadi kita harus juga memelihara rahmat yang telah kita peroleh ini. Kita yakin bahwa keselamatan orang Kristen ini menyangkut seluruh kesempurnaan dalam hidup.

Yesus Sang Penyelamat telah datang dalam kehidupan kita masing-masing. Itulah Yesus yang mencintai kita yang secara khusus datang sebagai seorang penyelamat. Semoga semakin hari kita pun semakin menyadari peranan Yesus dalam kehidupan kita dan karya keselamatan yang Ia kerjakan tidak menjadi sia-sia. Semoga kita pun semakin dikuatkan dalam iman dan kasih pada Yesus Sang Penyelamat. S’lamat datang YESUS, Sang Penyelamat.

Gorrys Alfa

View all posts

3 comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Timeline

Kategori

Twitter Timeline