Katekismus Gereja Katolik

Dokumen-dokumen pengajaran agama telah ditulis sejak awal mula Kekristenan dan Katekismus umumnya merupakan gabungan dokumen-dokumen yang lebih kecil ke dalam satu kompilasi besar yang berisi doktrin dan ajaran Gereja. Baca Katekismus Gereja Katolik dalam flip-book di bawah ini, klik zoom atau full screen seturut kebutuhan membaca anda.

Paus Yohanes Paulus II, dalam konstitusi apostolikFidei depositum, menyatakan bahwa Katekismus Gereja Katolik adalah “suatu instrumen yang sah dan valid untuk persekutuan gerejani serta suatu norma yang pasti untuk pengajaran iman. Ia juga menekankan bahwa katekismus ini “tidak dimaksudkan untuk menggantikan katekismus-katekismus lokal yang disetujui dengan benar oleh otoritas gerejawi, para Uskup diosesan dan Konferensi Uskup”

Catechismus Catholicae Ecclesiae (Katekismus Gereja Katolik ), biasa disingkat KGK, adalah katekismus yang dipergunakan dalam Gereja Katolik; penggunaannya diresmikan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992.

Penerbitan KGK merupakan salah satu praktik kewenangan mengajar dari Magisterium Gereja Katolik, dan karenanya berlaku bagi semua umat Katolik di seluruh dunia. Khazanah iman (depositum fidei), yaitu Tradisi Suci dan Kitab Suci, ditafsirkan secara terperinci oleh Magisterium di dalam publikasi ini. Secara umum, KGK merupakan ringkasan keyakinan umat Katolik dalam bentuk buku. KGK berupa terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Keputusan untuk menerbitkan sebuah katekismus diambil saat Sidang Umum Luar Biasa II Sinode Para Uskup yang dihimpun oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Januari 1985 dalam rangka peringatan 20 tahun penutupan Konsili Vatikan II; dan pada tahun 1986 dibentuk suatu komisi yang terdiri dari 12 uskup dan kardinal yang bertanggung jawab atas proyek ini. Komisi tersebut dibantu oleh suatu komite yang terdiri dari 7 uskup diosesan, para ahli dalam bidang teologi dan katekese.

Naskah yang dihasilkan disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Juni 1992, dan dimaklumkan olehnya dalam peringatan 30 tahun pembukaan Konsili Vatikan II pada tanggal 11 Oktober 1992, melalui konstitusi apostolik Fidei depositum. Georges Cottier, Teolog Rumah Tangga Kepausan yang kelak menjadi Kardinal-Diakon Santi Domenico e Sisto, gereja universitas dari Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas,memiliki peranan dalam penyusunan katekismus ini.

Gorrys Alfa

View all posts

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook Timeline

Kategori

Twitter Timeline